Hasil Quick Count Pilkada 

Portal PUPNS - Daftar EPUPNS Mulai Dibuka

EPUPNS Dibuka 1 September 2015, PNS wajib DaftarEPUPNS resmi dibuka tanggal 1 September 2015. PNS (Pegawai Negeri Sipil) wajib melakukan registrasi pendaftaran ulang.

EPU PNS merupakan program pemerintah untuk mendata ulang PNS (Pegawai Negeri Sipil) di seluruh Indonesia. Pendataan ulang PNS akan dilakukan secara elektronik di semua wilayah di Indonesia.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan PNS(Pegawai Negeri Sipil) wajib melakukan pendaftaran ulang. Hal ini atas dasar Peraturan Kepala BKN Nomer 19 tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendataan ulang PNS Secara Elektronik Tahun 2015, sudah diatur Prosedur dan cara Pengisisan e-PUPNS.

Untuk PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang tidak mau melakukan daftar ulang akan dikenakan sangsi berupa ancaman yaitu diberhentikan atau pension.

Untuk contoh di wilayah kabupaten Brebes, Sutrisno selaku Kepala Bidang Bina Kepegawaian Badan Kepegawaian daerah (BKD), menuturkan jika tidak mengikuti e- PUPNS 2015, maka PNS tersebut tidak tercatat dalam database ASN (Aparatur Sipil Negara) di BKN.

Registrasi e-PUPNS akan dimulai pada tanggal 1 September 2015 sampai 31 Desember 2015. Pendataan Ulang PNS atau PU-PNS ini dengan tujuan untuk pemutakhiran data PNS(Pegawai Negeri Sipil). Yang mana PU PNS ini dilaksanakan secara online elektronik.

Pada EPU PNS nanti akan tercatat sebagai berikut :

daftar riwayat hidup PNS,
nama lengkap,
tanggal lahir,
ijazah pendidikan formal,
legalitas ijazah,
sertifikat kursus dan pelatihan ,
jumlah gaji PNS,
jabatan dan kepangkatan,
keluarga,
tanda jasa kehormatan,
BPJS,
Bapertarum,
KPE,
pengalaman organisasi,
penghargaan yang diterima, dan lain-lain. Misalnya berkaitan dengan data pribadi PNS maupun CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil)
Baca SelengkapnyaPortal PUPNS - Daftar EPUPNS Mulai Dibuka

Pendaftaran Bintara Polri Penyidik Pembantu

Pendaftaran Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015Kepolisian Republik Indonesia kini membuka Pendaftaran Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. Seperti dilansir http://www.penerimaan.polri.go.id/ Pendaftaran dimulai dari Tanggal 13-Agustus-2015 sampai dengan 08-September-2015.

Mengenai persyaratan dan tata cara mendaftar silahkan untuk mengunjungi laman Informasi Pendaftaran melalui http://penerimaan.polri.go.id/syarat_bintara_ss Polri juga menyarankan untuk mendownload berkas persyaratan dengan menekan gambar Microsoft Word yang ada di laman Syarat Pendaftaran yang digunakan saat melakukan verifikasi dan Pemeriksaan Administrasi Awal.

Bagi anda yang berminat, berikut ini kami sajikan persyaratan yang diperlukan untuk mendaftar seperti dikutip dari http://penerimaan.polri.go.id/syarat_bintara_ss

Persyaratan Umum :

warga Negara Indonesia (pria atau wanita);
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945;
usia min 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota polri);
sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan);
tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari polres setempat;
berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela;
bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Persyaratan Lain :

pria dan wanita belum pernah menjadi anggota Polri;
berijazah minimal S1, dengan program studi yang terakreditasi BAN-PT dan wajib melampirkan tanda lulus / ijazah yang dilegalisasi / diketahui oleh Pembantu Dekan Bidang Akademik, dengan nilai rata-rata IPK minimal 2,50 (dua koma lima nol);
umur pada saat buka pendidikan Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015 maksimal 26 (dua puluh enam) tahun;
tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) :
pria : 160 (seratus enam puluh) Cm
wanita : 155 (seratus lima puluh lima) Cm
bagi yang memiliki prestasi di tingkat provinsi/nasional/internasional agar melampirkan sertifikat untuk dijadikan pertimbangan dalam penentuan kelulusan;
belum pernah nikah, sanggup tidak menikah/kawin selama dalam pendidikan Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015, belum pernah melahirkan bagi Casis wanita dan belum pernah punya anak kandung/biologis bagi Casis pria
bersedia menjalani ikatan dinas pertama minimal selama 10 (sepuluh) tahun, terhitung mulai saat diangkat menjadi Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015;
memperoleh persetujuan dari orang tua / wali;
tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain;
mampu mengoperasionalkan komputer;
bersedia menandatangani pernyataan kesanggupan sebagai anggota Brigadir Polri;
mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian dengan sistem gugur, yang meliputi materi dan urutan kegiatan sebagai berikut :
pemeriksaan administrasi awal;
pemeriksaan kesehatan tahap I;
pemeriksaan dan pengujian psikologi tertulis;
pengujian akademik, yang meliputi :
) Bahasa Indonesia;
) Bahasa Inggris;
pemeriksaan kesehatan tahap II (termasuk Keswa);
pengujian kesamaptaan jasmani;
pendalaman PMK;
pemeriksaan administrasi akhir;
sidang terbuka lulus tingkat Panitia Daerah.

Baca SelengkapnyaPendaftaran Bintara Polri Penyidik Pembantu

Nomor Urut Paslon Pilwali Kota Blitar 2015

Hasil Nomor Urut Pasangan Calon Pilwali Blitar Pilkada 2015Hal yang terkesan ‘nyeleneh’ terjadi di antara dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar jelang Pilkada serentak akhir tahun ini. Demi berebut nomor urut, dua pasangan calon, Muksin-Dwi Sumardianto dan Samanhudi Anwar-Santoso, menentukannya dengan cara suit.

Bak anak kecil ketika tengah bermain, kedua pasangan calon itu melakukan suit, di mana yang menang berhak memilih nomor urut yang diinginkan

Dalam undi suit ini, pasangan penantang dari jalur perseorangan, Muksin-Dwi Sumardianto (pasangan SINAR), menang atas pasangan incumbent Samanhudi-Santoso (pasangan SAMSON) yang diusung PDIP, Gerindra, PKS, Golkar, PKB, Nasdem, Hanura dan Demokrat.

Kendati pengundian suit itu sudah berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak pasangan calon, namun KPU Kota Blitar, Jawa Timur menganulirnya.

KPU Blitar menganggap hal tersebut tidak sesuai tata tertib dan keukeuh tak mengizinkan hal tersebut, meski diprotes kedua pasangan calon.

KPU Blitar meminta pengundian tetap berjalan sesuai tata tertib, kendati pasangan Muksin-Dwi Sumardianto tetap mendapatkan nomor urut satu yang notabene, nomor urut yang mereka harapkan.
Baca SelengkapnyaNomor Urut Paslon Pilwali Kota Blitar 2015

Nomor Urut Dua Cabup Kabupaten Trenggalek

Hasil Nomor Urut Cabup Pilkada Kabupaten Trenggalek 2015Emil Elestianto Dardak, suami artis Arumi Bachsin mendapat nomor dua dalam pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Trenggalek 2015-2020, Selasa (25/8/2015. Putra Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hermanto Dardak ini, pede alias optimis mampu merebut hati warga Trenggalek bersama pasangannya, Muhammad Nur Arifin pada Plkada serentak 9 Desember 2015 mendatang.

"Kita optimis bisa meraih suara terbanyak. Sebab, kita membawa solusi konkret untuk kemajuan Trenggalek lebih baik," ujar Emil usai pengambilan nomor urut pasangan calon yang digelar dalam rapat pleno terbuka KPU Trenggalek, di aula Hotel Ja'as, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.

Pasangan cabup-cawabup besutan koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra dan PAN mengusung akronim 'PEMIMPIN'. Emil dan Arifin mengenakan kemeja putih dengan corak motif batik pada bagian leher hingga dada. Arumi Bachsin dan Novita Hardini, istri Arifin mengenakan hijab dengan baju muslim warna senada.

Sekitar 100 orang pendukung langsung koor menyanyikan lagu 'Pilih Nomor Dua', lagu kampanye yang dipakai tim sukses Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pilihan 2014 lalu. Tidak mau kalah, pendukung pasangan incumbent Kholik-Priyo Handoko (KH) yang diusung koalisi PKB, Partai Nasdem, PKPI, dan PKS langsung membalas dengan koor Salawat Badar, yakni nyanyian penyemangat yang dikumandangkan saat Perang Badar di zaman Nabi Muhammad SAW.

Pasangan KH memperoleh undian nomor satu. Suasana pun sedikit memanas. Para pendukung pasangan calon saling ejek. Namun situasi tetap kondusif. Bahkan beberapa warga justru berebut foto dengan artis Arumi Bachsin.

Arumi sendiri mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin membantu suaminya meraih kemenangan. Saat ini, ia mengaku masih melakukan pendekatan dengan kaum perempuan, khususnya kelompok ibu-ibu dan remaja putri Trenggalek. "Sebab saya datang dari Jakarta dengan kultur yang beda. Karenanya saat ini terus melakukan penyamaan kultur agar bisa menyatu dengan warga Trenggalek, "tutur Arumi.

Sementara cabup Kholik mengaku tidak gentar dengan popularitas Emil yang memiliki istri seorang artis. Menurutnya, masyarakat Trenggalek sudah cerdas dan dewasa dalam menentukan pilihanya. "Dan target kita adalah kemenangan sebesar besarnya, " timpal Kholik. Dalam kegiatan ini, kedua pasangan juga melakukan deklarasi damai sekaligus menandatangani MoU perdamaian. Kedua pasangan berikrar akan menjunjung tinggi azas perdamaian selama proses politik berjalan.

Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto mengatakan bahwa tahapan pilkada selanjutnya adalah kampanye yang berlangsung mulai tanggal 27 Agustus hingga 5 Desember 2015. "Semoga pilkada berjalan dengan kondusif, tertib, aman, dan damai, " pungkas Suripto.
Baca SelengkapnyaNomor Urut Dua Cabup Kabupaten Trenggalek